Minggu, 31 Januari 2010

ROCKET

 ROCKET
Roket merupakan wahana luar angkasa, peluru kendali, atau kendaraan terbang yang mendapatkan dorongan melalui reaksi roket terhadap keluarnya secara cepat bahan fluida dari keluaran mesin roket. Aksi dari keluaran dalam ruang bakar dan nozle pengembang, mampu membuat gas mengalir dengan kecepatan hipersonik sehingga menimbulkan dorongan reaktif yang besar untuk roket (sebanding dengan reaksi balasan sesuai dengan Hukum Pergerakan Newton ke 3). Seringkali definisi roket digunakan untuk merujuk kepada mesin roket.
Roket , untuk penggunaan militer dan rekreasi bermula pada abad ke-13 masehi. Penggunaan roket secara intensif untuk militer, industri dan ilmu pengetahuan dimulai pada awal abad ke-20, dimana teknologi peroketan mampu mengantarkan umat manusia menuju Era ruang angkasa, termasuk mengantarkan manusia menginjakan kakinya ke bulan.
Roket digunakan untuk kembang api, persenjataan, kursi penyelamat, kendaraan peluncur untuk Satelit buatan, kendaraan luar angkasa, dan eksplorasi ke planet lain. Walaupun kurang efisien dikecepatan rendah, roket mampu memberikan akselerasi luar biasa dan mencapai kecepatan sangat tinggi dengan efisiensi yang bisa diterima.
Roket kimia menyimpan sejumlah besar energi dalam bentuk yang mudah dilepaskan dan bisa sangat berbahaya, tetapi desain, tes, pembuatan dan penggunaan yang berhati hati bsia meminimalkan ersiko.
Ukuran Roket berbeda dari model kecil yang bisa dibeli sebagai kembang api, atau roket hobi, sampai yang berukuran besar Saturn V yang digunakan untuk program Apollo.
Kebanyakan roket saat ini adalah roket kimia. Mesin roket ini memerlukan bahan bakar padat atau cair, seperti bahan bakar cair Booster/penguat Pesawat ulang-alik dan mesin utamanya yang digunakan untuk melepaskan diri dari gravitasi bumi. Reaksi kimia dimuali di ruang bakar dengan bahan bakar (dengan udara atau oksigen bila di ruang angkasa) dan gas panas yang dihasilkan mengalir dengan tekanan tinggi keluar melalui saluran yang menuju ke arah belakang roket. Tekanan gas yang menyembur keluar inilah yang menghasilkan gaya dorong bagi roket sehingga roket dapat bergerak maju atau ke atas.
Terdapat konsep jenis roket lain yang semakin sering digunakan di luar angkasa adalah pendorong ion, yang menggunakan energi elektromagnet bukan tenaga dari reaksi kimia. Roket termal nuklir juga telah dibangun, tetapi tidak pernah digunakan.

Penggunaan untuk luar angkasa

Untuk penjelajahan angkasa luar yang tidak terdapat udara maka roket tersebut harus membawa sendiri bahan bakar dan oksigen untuk menghasilkan daya doromg yang diperlukan.

Penggunaan untuk militer

Dalam istilah militer, Roket merujuk kepada bahan peledak berpendorong tanpa alat pengendali. Roket ini bisa diluncurkan oleh pesawat penyerang darat (roket udara ke permukaan), ditembakkan dari permukaan(darat/laut)ke sasaran diudara(darat ke udara), atau bisa ditembakkan dari permukaan(darat/laut) ke sasaran permukaan yang lain. Ketika era perang Vietnam, terdapat juga roket darat-udara tanpa kendali yang dibuat untuk menyerang pesawat yang terbang dalam formasi.Peluru kendali serupa dengan roket dengan perbedaan sistem kendali untuk memperbesar kemungkinan mengenai sasaran.

Pada zaman kuno

Rokety awal cina.
Ketersediaan bubuk hitam (mesiu) untuk mendorong proyektil adalah pelopor pengembangan pertama dari roket berbahan bakar padat . pada abad ke sembilan Ahli kimai Taoisme Cina menemukan bubuk hitam saat sedang mencari Elixir kehidupan.Penemuan kebetulan ini mengarah ke percobaan dalam bentuk senjata seperti bom, meriam, panah apipemabakar dan panah apipemabakar berpendorong roket. [nb 1][nb 2][3] Penemuan mesiu mungkin adalah produk abad alkimia eksperimen.
Tepat ketika penerbangan pertama dari roket terjadi adalah dilombakan. Ada yang mengatakan bahwa penggunaan roket pertama tercatat dalam pertempuran oleh orang Cina di 1232 melawan Mongol. Ada laporan dari panah api dan 'panci besi' yang bisa didengar ssmpai 5 Liga (25 km, atau 15 mil) ketika mereka meledak karena benturan, menyebabkan kehancuran sampai radius 600 meter (2.000 kaki), tampaknya akibat pecahan peluru. [4] Penurunan jumlah pot besi mungkin merupakan jalan bagi yang tentara terkepung untuk meledakkan penyerang. Panah api entah panah dengan bahan peledak yg melekat, atau anak panah didorong oleh mesiu, seperti Hwacha Korea.
Informasi yang lebih tidak kontroversial, dicatat bahwa salah satu perangkat yang paling awal menggunakan roket pembakaran internal adalah tikus-tanah, sebuah jenis kembang api, yang dicatat pada 1264 menakuti Ibu Suri-Kung Sheng di sebuah pesta yang diadakan untuk menghormatinya oleh putranya sang Kaisar Lizong. [5]
Selanjutnya, salah satu dari teks-teks awal yang menyebutkan penggunaan roket adalahHuolongjing , ditulis oleh perwira artileri Cina Jiao Yu pada pertengahan abad ke-14. Teks ini juga menyebutkan penggunaan pertama yang diketahui dari roket multi-tahap, yaitu 'api-naga keluar dari air "(shui huo chu panjang), yang digunakan kebanyakan oleh Angkatan Laut Cina. [6]

Penyebaran teknologi roket

Genghis Khan (Mongol) menyebarkan teknologi cina
Teknologi roket pertama kali dikenal ke Eropa menyusul penggunaannya oleh pasukan Mongol pimpinan Genghis Khan dan Ogadai Khan ketika mereka menaklukkan sebagian dari Rusia, Eropa Timur, dan Eropa Tengah. Para Mongolia telah memperoleh teknologi dengan menaklukan cina bagian utara dan juga oleh pekerja dari ahli peroketan Cina sebagai tentara bayaran untuk militer Mongol. Laporan dari Pertempuran Mohi pada tahun 1241 menggambarkan penggunaan roket-seperti senjata oleh bangsa Mongol terhadap Magyar. [4] Rocket teknologi juga menyebar ke Korea, pada abad ke-15 dengan hwacha beroda yang akan meluncurkan roket Shin Ki Chon.
Selain itu, penyebaran roket ke Eropa juga dipengaruhi oleh Utsmani pada pengepungan KonstantinopelNASA, mengatakan "Roket muncul dalam sastra Arab pada tahun 1258 Masehi, yang menggambarkan penyerbuan Mongol menggunakan roket pada tanggal 15 Februari untuk merebut kota Baghdad." "[4] tahun 1453, meskipun sangat mungkin bahwa Ottoman itu sendiri dipengaruhi oleh invasi Mongol beberapa abad sebelumnya. Dalam sejarah mereka roket-roket yang dipublikasikan di Internet,
Antara 1270 dan 1280, Hasan Al-Rammah menulis al-furusiyyah wa al-manasib al-harbiyya (Buku milter menunggang kuda dan Alat Perang Cerdik ), yang mencakup 107 resep bubuk mesiu, 22 di antaranya adalah untuk roket. [7] Menurut Ahmad Y Hassan, Resep Al-Rammah lebih gampang meledak daripada roket yg digunakan di Cina pada saat itu. [8]
Nama Roket berasal dari ItaliaRocchetta(yaitu sekering kecil), nama petasan kecil yang diciptakan oleh artificer Italia Muratori di 1379. [9]
Antara 1529 dan 1556 Conrad Haas menulis sebuah buku di mana ia menggambarkan teknologi roket, yang melibatkan kombinasi dari kembang api dan teknologi senjata. Naskah ini ditemukan pada tahun 1961, dalam catatan umum Sibiu (Sibiu catatan umum Varia II 374). Karyanya berurusan dengan teori gerakan roket multi-tahap , campuran bahan bakar yang berbeda menggunakan bahan bakar cair, dan memperkenalkan finDelta dan nozzle berbentuk lonceng . [10] berbentuk
Pada akhir abad ke 18, roket digunakan dalam peperangan di India melawan Inggris, yang mengambil dan memajukannya lebih lanjut pada abad ke 19. Tokoh utama dalam bidang roket ketika ini adalah William Congreve. Dari situ, penggunaan roket ketenteraan merebak keseluruh Eropa. Cahaya merah roket memberi inspirasi kepada lagu kebangsaan US, The Star-Spangled Banner.
Roket ketika itu amat tidak efisien. Roket modern bermula ketikaRobert Goddard meletakkan corong de Laval pada kamar pembakaran mesin roket, menggandakan daya dorong dan meningkatkan keeffisen, membuka kemungkinan kepada perjalanan vertikal ke angkasa. Teknik ini kemudiannya digunakan pada roket V-2, dirancang oleh Wernher Von Braun yang menjadi pemain utama dalam memajukan roket modern. V2 digunakan secara luas oleh Adolf Hitler dalam fase akhir Perang Dunia II sebagai senjata teror kepada penduduk Inggris, setiap peluncuran yang berhasil menjulang tinggi ke angkasa menandai awal Zaman Angkasa

Sosrobahu


Sosrobahu

Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang dan ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.
Teknik ini dianggap sangat membantu dalam membuat jalan layang di kota-kota besar yang jelas memiliki kendala yakni terbatasnya ruang kota yang diberikan, terutama saat pengerjaan konstruksi serta kegiatan pembangunan infrastrukturnya tidak boleh mengganggu kegiatan masyarakat kota khususnya arus lalu-lintas dan kendaraan yang tidak mungkin dihentikan hanya karena alasan pembangunan jalan.

latar belakang

Kemacetan lalu lintas pada sebuah jalan 'bebas hambatan'.
Pada tahun 1980-an, Jakarta yang memang sudah mengalami kendala kemacetan lalu lintas, banyak membangun jalan layang sebagai salah satu solusi meningkatkan infrastruktur lalu-lintas. Sebagai kontraktor saat itu, PT. Hutama Karya mendapatkan order membangun jalan raya di atas jalan by pass A. Yani di mana pembangunannya harus memastikan bahwa jalan itu harus tetap berfungsi.
Dengan permasalahan tersebut, para direksi Hutama Karya berdiskusi setelah mendapatkan order membangun jalan layang antara Cawang sampai Tanjung Priok sekitar tahun 1987. Persoalan rumit diurai, yang diperlukan untuk menyangga badan jalan itu adalah deretan tiang beton, satu-sama lain berjarak 30 meter, di atasnya membentang tiang beton selebar 22 meter. Batang vertikalnya (pier shaft) berbentuk segi enam bergaris tengah 4 meter, berdiri di jalur hijau. Hal ini tidak sulit, yang merepotkon adalah mengecor lengannya (pier head). Jika dengan cara konvensional, yang dilakukan adalah memasang besi penyangga (bekesting) di bawah bentangan lengan itu, tetapi bekesting itu akan menyumbat jalan raya di bawahnya. Cara lain adalah dengan bekesting gantung tetapi membutuhkan biaya lebih mahal.
Di tengah masalah itu, Ir. Tjokorda Raka Sukawati mengajukan gagasan dengan membangun tiangnya dulu dan kemudian mengecor lengannya dalam posisi sejajar dengan jalur hijau, setelah itu diputar membentuk bahu. Hanya saja kendalanya adalah bagaimana cara memutarnya karena lengan itu nantinya seberat 480 ton.

Inspirasi dari dongkrak hidrolik mobil

Ketika Tjokorda memperbaiki kendaraannya, hidung mobil Mercedes buatan 1974-nya diangkat dengan dongkrak sehingga dua roda belakang bertumpu di lantai yang licin karena ceceran tumpahan oli secara tidak sengaja. Begitu mobil itu tersentuh, badan mobil berputar dengan sumbu batang dongkrak. Satu hal yang ia catat, dalam ilmu fisika dengan meniadakan gaya geseknya, benda seberat apa pun akan mudah digeser. Kejadian tadi memberikan inspirasi bahwa pompa hidrolik bisa dipakai untuk mengangkat benda berat dan bila bertumpu pada permukaan yang licin, benda tersebut mudah digeser. Bayangan Tjokorda adalah menggeser lengan beton seberat 480 ton itu.
Kemudian Tjokorda membuat percobaan dengan membuat silinder bergaris tengah 20 cm yang dibuat sebagai dongkrak hidrolik dan ditindih beban beton seberat 80 ton. Hasilnya bisa diangkat dan dapat berputar sedikit tetapi tidak bisa turun ketika dilepas. Ternyata dongkrak tersebut miring posisinya. Tjokorda kemudian menyempurnakannya. Posisinya ditentukan persis di titik berat lengan beton di atasnya.
Untuk membuat rancangan yang pas, dasar utama Hukum Pascal yang menyatakan: "Bila zat cair pada ruang tertutup diberikan tekanan, maka tekanan akan diteruskan segala arah". Zat cair yang digunakan adalah minyak oli (minyak pelumas). Bila tekanan P dimasukkan dalam ruang seluas A, maka akan menimbulkan gaya (F) sebesar P dikalikan A. Rumus itu digabungkan dengan beberapa parameter dan memberikan nama Rumus Sukawati, sesuai namanya. Rumus ini orisinil idenya karena sampai saat itu belum ada buku yang membahasnya sebab memang tidak ada kebutuhannya.
Masalah lain yang muncul ada variabelnya yang mempengaruhinya, di antaranya adalah jenis minyak yang digunakan yang tidak boleh rusak kekentalannya (viskositas). Urusan minyak menjadi hal yang krusial karena minyak inilah yang meneruskan tekanan untuk mengangkat beton yang berat itu.
1. Bangun tiang jalan.
2. Lengan beton jalan dibangun di antara dua jalur jalan, sejajar dengan jalanan yang padat di bawahnya.
3. Lengan beton jalan diputar 90 derajat. Jalan layang pun kemudian dibangun di atas lengan ini.
Setelah semua selesai, Tjokorda mengerjakan rancangan finalnya yakni sebuah landasan putar untuk lengan beton yang dinamai Landasan Putar Bebas Hambatan (LBPH). Bentuknya dua piringan (cakram) besi bergaris tengah 80 cm yang saling menangkup. Meski tebalnya 5 cm, piring dari besi cor FCD-50 itu mampu menahan beban 625 ton.
Ke dalam ruang di antara kedua piringan itu dipompakan minyak oli. Sebuah seal (penutup) karet menyekat rongga di antara tepian piring besi itu untuk menjaga minyak tak terdorong keluar, meski dalam tekanan tinggi. Lewat pipa kecil, minyak dalam tangkupan piring itu dihubungkan dengan sebuah pompoa hidrolik. Sistem hidrolik itu mampu mengangkat beban beban ketika diberikan tekanan 78 kg/cm2. Angka ini sebenarnya angka misteri bagi Tjokorda saat itu.

Uji coba langsung di lapangan

Secara teknik penemuan itu belum diuji coba karena waktu yang terbatas, namun ia yakin temuannya itu bisa bekerja. Tjokorda bahkan berani bertanggungjawab bila lengan beton jalan layang itu tidak bisa berputar.
Pada tanggal 27 Juli 1988 pukul 10 malam waktu setempat (Jakarta), pompa hidrolik dioperasikan hingga titik tekan 78 kg/cm2. Lengan pier head itu, meskipun bekesting-nya telah dilepas, mengambang di atas atap pier shaft lalu dengan dorongan ringan sedikit saja, lengan beton raksasa itu berputar 90 derajat.
Ketika pier shaft itu sudah dalam posisi sempurna, secara perlahan minyak dipompa keluar dan lengan beton itumerapat ke tiangnya. Sistem LPBH itu dimatikan sehingga perlu alat berat untuk menggesernya. Namun demikian karena khawatir kontruksi itu bergeser, Tjokorda memancang delapan batang besi berdiameter 3,6 cm untuk memaku pier head ke pier shaft lewat lubang yang telah disiapkan. Kemudian satu demi satu alat LBPH itu diterapkan pada kontruksi beton lengan jembatan layang yang lain.

Penamaan Sosrobahu dan pemberian paten

Pada pemasangan ke-85, awal November 1989, Presiden Soeharto ikut menyaksikannya dan memberi nama teknologi itu Sosrobahu yang diambil dari nama tokoh cerita sisipan Mahabharata. Sejak itu LBPH tersebut dikenal sebagai Teknologi Sosrobahu.
Temuan Tjokorda digunakan insinyur Amerika Serikat dalam membangun jembatan di Seattle. Mereka bahkan patuh pada tekanan minyak 78 kg/cm2 yang menurut Tjokorda adalah misteri ketika menemukan alat LBPH Sosrobahu itu. Tjokorda kemudian membangun laboratorium sendiri dan melakukan penelitian dan hasilnya berupa perhitungan susulan dengan angka teknis tekanan 78,05 kg/cm2, nyaris persis sama dengan angka wangsit yang diperolehnya sebelum itu.
Hak paten yang diterima adalah dari pemerintah Jepang, Malaysia, Filipina. Dari Indonesia, Dirjen Hak Cipta Paten dan Merek mengeluarkan patennya pada tahun 1995 sedangkan Jepang memberinya pada tahun 1992. Saat ini teknologi Sosrobahu sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni ruas Vilamore-Bicutan adalah buah karya teknik ciptaan Tjokorda. Di Filipina teknologi Sosrobahu diterapkan untuk 298 tiang jalan. Sedangkan di Kuala Lumpur sebanyak 135. Saat teknologi Sosrobahu diterapkan di Filipina, Presiden Filipina Fidel Ramos berujar, "Inilah temuan Indonesia, sekaligus buah ciptaan putra ASEAN". Sementara Korea Selatan masih bersikeras ingin membeli hak patennya.
Teknologi Sosrobahu ini dikembangkan menjadi versi ke-2. Bila pada versi pertama memakai angker (jangkar) baja yang disusupkan ke beton, versi keduanya hanya memasang kupingan yang berlubang di tengah. Lebih sederhana dan bahkan hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit dibandingkan dengan yang pertama membutuhkan waktu dua hari. Dalam hitungan eksak, konstruksi Sosrobahu akan bertahan hingga 100 tahun (1 abad).
Menurut Dr. Drajat Hoedajanto pakar struktur dari Institut Teknologi Bandung, Sosrobahu pada dasarnya hanya metode sangat sederhana untuk pelaksanaannya (memutar bahu lengan beton jalan layang). Sistem ini cocok dipakai pada elevated toll road (jalan tol layang dalam kota) yang biasanya mengalami kendala lalu lintas dibawahnya yang pada. Sosrobahu terbukti bermanfaat dalam proses pembangunan jalan layang, sangat aplikatif, teruji baik teknis dan ekonomis

Piringan Emas Voyager


Piringan Emas Voyager


Piringan Emas Voyager

 

Piringan Emas Voyager adalah sebuah rekaman fonograf yang disertakan dalam dua penerbangan pesawat luar angkasa Voyager yang diluncurkan pada tahun 1977. Piringan emas ini berisi suara-suara serta gambar-gambar pilihan yang bertujuan menggambarkan keanekaragaman makhluk hidup dan budaya di Planet Bumi. Piringan dibuat dari tembaga berlapis emas, dan ditujukan kepada bentuk kehidupan luar angkasa yang cerdas atau manusia Bumi di masa depan yang mungkin akan menemukannya. Wahana antariksa Voyagertata surya yang terdekat. "Terdekat" di sini artinya adalah jarak yang setara dengan 1,7 tahun cahaya. Maka dari itu, piringan emas ini akan membutuhkan waktu yang amat sangat lama sekali untuk bisa ditemukan oleh bentuk kehidupan lain, kecuali bila bentuk kehidupan asing itu sendiri yang tidak sengaja berpapasan dengannya di luar angkasa. akan menghabiskan waktu sekitar 40.000 tahun untuk mencapai
Dikarenakan ukuran Voyager yang sangat kecil bila dibandingkan dengan besarnya alam semesta, sangatlah luar biasa bila akhirnya piringan emas tersebut dapat ditemukan secara kebetulan oleh bentuk kehidupan lain. Bila rekaman emas ini akhirnya pernah ditemukan oleh kehidupan asing, tentunya hal ini hanya akan terjadi di masa depan yang amat jauh. Dengan demikian, rekaman emas ini nampaknya hanya merupakan sebuah kapsul waktu atau sebuah pernyataan simbolis, dan bukan sebuah usaha serius untuk mencoba berkomunikasi dengan peradaban asing.

latar belakang

Di tahun 2006, dua wahana antariksa Voyager menjadi benda ketiga dan keempat yang dibuat manusia dan benar-benar berada di luar sistem tata surya. Benda buatan manusia yang keluar dari sistem tata surya mendahului Voyager adalah wahana antariksa Pioneer 10 dan 11 yang diluncurkan pada tahun 1972 dan 1973. Keduanya juga membawa plakat metal kecil yang menunjukkan waktu dan tempat asal wahana antariksa Pioneer.
Di dalam Piringan Emas Voyager, NASA menyimpan pesan-pesan yang lebih lengkap serta dipilih secara selektif sebagai sarana menyampaikan cerita dari dunia kita kepada peradaban asing.
Ini adalah sebuah hadiah dari sebuah dunia yang kecil dan jauh. Sebuah kenang-kenangan berisi suara, ilmu pengetahuan, musik, pemikiran, serta perasaan kami. Kami semua berusaha untuk mempertahankan keberadaan kami, sehingga bisa bersama-sama hidup dengan kalian.


Penjelasan dari piringan emas Voyager, sebagaimana yang disediakan oleh NASA.

Isi

Isi dari piringan emas ini dipilih untuk NASA oleh sebuah tim yang diketuai oleh Carl Sagan dari Universitas Cornell. Dr. Sagan dan timnya mengumpulkan 115 gambar berikut sebuah rekaman suara-suara alam, seperti suara ombak, angin, petir, serta suara-suara binatang, termasuk kicauan burung dan suara dari ikan paus. Selain itu, piringan ini juga diisi dengan musik dari berbagai budaya dan era yang berbeda, serta ucapan salam dalam 55 bahasa. Piringan emas ini juga menyertakan pesan tercetak dari Presiden Jimmy Carter dan Sekretaris Jenderal PBB saat itu, Kurt Waldheim.
Dikarenakan pernah menerima kritikan mengenai gambar telanjang yang terdapat pada plakat PioneerNASA tidak mengizinkan Sagan dan timnya untuk mengikutsertakan sebuah foto yang menggambarkan sepasang pria dan wanita dalam keadaan telanjang, serta foto wanita hamil, ke dalam piringan emas ini. Akhirnya, piringan emas ini hanya menyertakan sebuah foto siluet yang menggambarkan sepasang manusia. (ilustrasi pria dan wanita tanpa busana),
Berikut ini adalah kutipan dari penjelasan resmi Presiden Jimmy Carter yang ditempatkan pada wahana antarika Voyager pada tanggal 16 Juni 1977:
Kami mengirimkan pesan ini kepada seluruh alam semesta... Yang terdiri dari 200 milyar bintang di Galaksi Bima Sakti, beberapa -mungkin banyak- di antaranya, mungkin mempunyai planet yang didiami oleh peradaban yang bisa melakukan perjalanan ke luar angkasa. Bila salah satu diantaranya bisa bertemu dengan Voyager dan mampu mengerti isi dari rekaman ini, inilah pesan dari kami: Kami semua berusaha untuk mempertahankan keberadaan kami, sehingga kami bisa hidup bersama-sama dengan kalian. Kami harap suatu hari nanti, kami bisa menyelesaikan permasalahan yang kami hadapi, untuk ikut bergabung dalam sebuah komunitas Peradaban Galaksi. Piringan emas ini mewakili harapan, kebulatan tekad, serta niatan baik kami dalam alam semesta yang luas dan amat menakjubkan ini.
Sejumlah 115 gambar yang diikutsertakan pada rekaman ini disandikan dalam bentuk analog (bukan digital). Sementara itu sisanya berupa audio, yang dirancang untuk bisa dimainkan pada kecepatan 16 2/3 putaran per menit. Rekaman ini berisi salam-salam yang terucap dalam berbagai bahasa, dimulai dengan Bahasa AkkadiaBahasa Wu, sebuah bahasa minoritas di Cina. dan diakhiri dengan
Berikut ini adalah 55 bahasa yang dimasukkan ke dalam piringan emas ini:
Setelah bagian suara-suara Planet Bumi terdapat bagian berisi musik-musik pilihan dengan total masa putar selama 90 menit. Musik tersebut berasal dari berbagai budaya, termasuk musik klasik dari Timur dan Barat. Berikut ini adalah daftarnya:
Negara Judul Pencipta lagu Artis Direkam atau dikompilasi oleh Genre musik Masa putar
Jerman Brandenburg Concerto No. 2 in F. First Movement Bach Munich Bach Orchestra, konduktor: Karl Richter
Chamber orchestra 4:40
Indonesia "Puspawarna" ("Beragam Bunga")
Gamelan Keraton Pura Paku AlamanK.R.T. Wasitodipuro di bawah pimpinan Robert E. Brown Gamelan 4:43
Senegal Perkusi Senegal

Charles Duvelle Musik perkusi 2:08
Zaire Lagu inisiasi anak perempuan pigmi

Colin Turnbull
0:56
Australia "Morning Star" dan "Devil Bird"

Sandra LeBrun Holmes Lagu bangsa Aborigin 1:26
Meksiko "El Cascabel" Lorenzo Barcelata Antonio Maciel y Las Aguilillas with El Mariachi México de Pepe Villa

3:14
Amerika Serikat "Johnny B. Goode" Chuck Berry Chuck Berry
Rock and roll 2:03
Papua Nugini Lagu rumah laki-laki

Robert MacLennan
1:20
Jepang "Tsuru No Sugomori" 《鶴の巣籠り》 ("Sarang Burung Jenjang")
Goro Yamaguchi
Shakuhachi 4:51
Jerman/Belgia "Gavotte en rondeaux" dari Partita No. 3 in E major untuk biola Bach Arthur Grumiaux
Violin 2:55
Austria/Jerman Die Zauberflöte, Queen of the Night aria No. 14 Der Hölle Rache kocht in meinem Herzen Mozart Edda MoserBavarian State Opera, konduktor: Wolfgang Sawallisch (soprano) dari
Opera 2:55
Georgia S.S.R. "Tchakrulo"

Radio Moscow Paduan suara 2:18
Peru


Casa de la Cultura, Lima Pan flute dan perkusi 0:52
Amerika Serikat "Melancholy Blues"
Louis Armstrong and his Hot Seven
Jazz 3:05
Azerbaijan S.S.R. "Ugam"

Radio Moscow Bagpipe 2:30
Rusia/Perancis/AS Rite of Spring, Sacrificial Dance Stravinsky Columbia Symphony Orchestra, konduktor: Igor Stravinsky

4:35
Jerman/Kanada The Well-Tempered Clavier, Book 2, Prelude and Fugue in C, No.1 Bach Glenn Gould
Piano 4:48
Jerman/Inggris Simfoni No.5, First Movement Beethoven Philharmonia Orchestra, konduktor: Otto Klemperer

7:20
Bulgaria "Излел е Делю хайдутин" ("Izlel je Delyo Hajdutin") traditional Valya Balkanska Ethel Rain and Martin Koenig
4:59
Amerika Serikat Nyanyian malam Suku Indian Navajo
Willard Rhodes
0:57
Britania Raya "The Fairie Round" dari Pavans, Galliards, AlmainsAeirs and Other Short Anthony Holborne David MunrowEarly Music Consort of London and the

1:17
Kepulauan Solomon


Solomon Islands Broadcasting Service Panpipes 1:12
Peru Lagu pernikahan

John Cohen
0:38
Cina "Liu Shui" 《流水》 ("Arus mengalir") Bo Ya Kuan P'ing-hu
Guqin 7:37
India "Jaat Kahan Ho"
Surshri Kesar Bai Kerkar
RagaBhairavi 3:30
Amerika Serikat "Dark Was the Night, Cold Was the Ground" Blind Willie Johnson Blind Willie Johnson
Blues 3:15
Jerman/Hongaria String Quartet No. 13 in B flat, Opus 130 Beethoven Budapest String Quartet
Cavatina 6:37
Sebagian besar gambar yang dimasukkan ke dalam piringan emas (reproduksi hitam putih), beserta informasinya bisa ditemukan dalam buku terbitan tahun 1978, Murmurs of Earth: The Voyager Interstellar Record (Bisikan dari Bumi: Rekaman antar-Galaksi dari Voyager) yang disusun oleh Carl Sagan, F.D. Drake, Ann Druyan, Timothy Ferris, Jon Lomberg, dan Linda Salzman. Versi CD-ROM dari rekaman ini diterbitkan oleh Warner New Media pada tahun 1992. Kedua versi tersebut sudah tidak diterbitkan lagi, tetapi buku edisi 1978 masih bisa ditemukan di sejumlah perpustakaan umum dan universitas.
Pada bulan Juli 1983, BBC Radio 4 menyiarkan program dokumenter berdurasi 45 menit, Music from a Small Planet (Musik dari sebuah Planet Kecil). Pada siaran ini, Carl Sagan dan Ann Druyan menjelaskan tentang proses pemilihan musik.
Sagan sebenarnya meminta izin untuk memasukkan lagu "Here Comes the Sun" dari album Abbey Road the Beatles. Saat itu the Beatles menyetujuinya, tetapi EMI tidak menyetujuinya dan akhirnya lagu ini tidak diikutsertakan.

Kandungan Uranium-238

Penutup dari piringan emas ini disepuh dengan sampel isotop uranium-238 yang sangat murni. Uranium-238 mempunyai waktu paruh hingga 4,51 milyar tahun. Hal ini memungkinkan peradaban asing yang menemukan piringan emas ini untuk memeriksa unsur uranium yang tersisa untuk menentukan usia dari piringan emas.

Pemunculan dalam fiksi

Film Starman menggambarkan Piringan Emas Voyager telah ditemukan oleh peradaban asing yang kemudian mengirimkan rasnya sendiri untuk menyelidiki bentuk kehidupan cerdas di Bumi. Dalam film ini lagu "Johnny B. Goode" diganti menjadi lagu The Rolling Stones, "(I Can't Get No) Satisfaction".
Voyager dan piringan emasnya muncul dalam serial televisi "Futurama" pada episode "Parasites Lost". Leela mengambil Voyager yang tersangkut di kaca depan pesawatnya ketika ia berhenti di "tempat perhentian truk" galaksi.
Dalam serial Transformers Beast Wars, Golden Disk (cakram emas) yang dicuri oleh Predacons sebenarnya adalah Piringan Emas Voyager. Cakram ini diberikan oleh ras Transformer karena memberikan informasi mengenai lokasi Planet Bumi yang memiliki sumber Energon berlimpah. Cakram ini juga berisi sebuah pesan rahasia dari Megatron yang asli. Rekaman ini kemudian dihancurkan oleh Dinobot guna mencegah PredaconRavage (Decepticon yang berubah menjadi Predacon) akhirnya berniat untuk bergabung dengan pihak Megatron setelah menyaksikan pesan yang ditinggalkan oleh mantan pemimpinnya. Megatron untuk memiliki kemampuan mengubah masa depan. Namun, Megatron memperoleh kembali sebagian dari cakram itu.
Dalam acara Saturday Night Live, Steve Martin mengumumkan bahwa pesan pertama dari peradaban asing telah diterima. Setelah diuraikan, pesan itu ternyata berbunyi, "Kirimkan lebih banyak Chuck Berry."
Bagian dari penutup piringan emas ini muncul dalam film layar lebar Star Trek sebagai bagian dari V'ger.
Dalam salah satu episode X-Files berjudul "Little Green Men", lagu Brandenburg Concerto No. 2 bisa terdengar saat para pemain membicarakan mengenai Piringan Emas Voyager.
Dalam salah satu episode The West Wing, "The Warfare of Genghis Khan", Josh Lyman menyebutkan tentang Piringan Emas Voyager (walaupun tidak menyebutkannya secara langsung) sewaktu menyinggung soal Blind Willie Johnson.
Dalam salah satu episode Pinky and the Brain, Brain mengubah rancangan dari Piringan Emas Voyager. Maksudnya untuk menunjukkan bahwa dia (dengan gambaran tubuh Pinky dan kepala Brain) adalah pemimpin Planet Bumi. Ketika makhluk asing menemukan piringan emas itu, mereka menangkap Pinky dan Brain sebagai binatang peliharaan, karena mengira bahwa mereka adalah memang pemimpin Bumi.
Seorang penulis Kanada, Darren Weshler-Henry dalam sebuah sajaknya yang berjudul, the tapeworm foundry Andor the dangerous prevalence of imagination, menaruh semacam olok-olok sebagai berikut: "merancang sebuah wahana antariksa yang lebih cepat dari cahaya, dan mendahului Voyager II hanya untuk menggantikan lagu Bach, Brandenburg Concerto No. 2, dengan lagu "The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars".
Dalam buku fiksi ilmiah Battlefield Earth disebutkan tentang ras Psyclo yang datang ke Bumi setelah menemukan Piringan Emas Voyager. Mereka kemudian menghancurkan Bumi.
Dalam video klip The Strokes, "You Only Live Once" dari sutradara Warren Fu, sebuah wahana antariksa digambarkan meninggalkan Bumi untuk menuju ke Sirius. Muatannya adalah sebuah piringan emas berisi lagu The Strokes dengan gambar dari ucapan salam dalam berbagai bahasa manusia, evolusi manusia, biologiDNA, dan reproduksi manusia. Di akhir film, sebuah teks bertuliskan "1977 A.D." mendahului judul akhir. Teks ini adalah representasi dari peluncuran Voyager (Agustus 1977) serta keterlibatan Warren Fu dalam serial fiksi ilmiah lain, Star Wars yang mulai diputar bulan Mei 1977. manusia, struktur
Dalam sebuah episode Space:1999 yang berjudul "Voyager's Return" (Kepulangan Voyager) diceritakan tentang Voyager yang meluncur dengan cepat ke arah Bulan. Sewaktu mencoba mengambil informasi dari pesawat tersebut, sebuah ras makhluk asing melacak wahana tersebut hingga ke pembuatnya.

Ketersediaan versi CD-ROM dari Piringan Emas Voyager

Sebuah CD-ROM diterbitkan pada tahun 1992 oleh Warner New Media sebagai pelengkap buku Murmurs of the Earth (Random House, 1978). CD-ROM tersebut merupakan dokumentasi yang mendaftar semua isi Piringan Emas Voyager. Proyek ini terlaksana berkat kerja keras Carl Sagan dalam memperoleh izin hak cipta untuk sejumlah besar musik dan foto yang dimasukkan ke dalam Piringan Emas Voyager agar Warner New Media bisa menerbitkannya. Sayangnya buku dan CD-ROM tersebut sudah tidak diterbitkan lagi, tetapi salinannya masih bisa ditemukan di beberapa perpustakaan. Informasi lebih lanjut mengenai hal ini bisa ditemukan di http://voyager.jpl.nasa.gov/faq.html

Selasa, 08 Desember 2009

riwyt cnt

cnt adlh riwyt yg tiada dikthui akirx.
cnt sllu d di jw.
kw yag sllu q pja.
kni hilng dimlk org.

hruskh q mti.
pengorbnn yg tiada tara tlh sia.
q hx bs berthn dlm kegundhan.
n mexyng u wlau kw tk pernh tw.




selamat tinggal ms lalu

Kututup hatiku untuk namamu
Walau tangismu untukku
Biarku sendiri tanpamu lagi
Walaupun sepi kurasakan tanpa kau disini

Kuingin kau jauh dari mataku
Agar tiada rasa benci
Kau pergi dariku tak usah kembali
Mungkin aku telah berdua untuk selamanya

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Dengarlah dengarlah kau yang disana
Ku kan melupakan tentangmu
Lihatlah lihatlah aku disini
Kini aku telah berdua untuk selamanya

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Rabu, 02 Desember 2009

kerispatih


Kerispatih

Kerispatih
Laki-Laki
Jakarta, 2005


Biografi :

Kerispatih adalah sebuah grup musik Indonesia bentukan tahun 2005. Personel mereka terdiri dari Badai, Anton, Sammy, Arief dan Andika.

Album pertama Kerispatih bertajuk Kejujuran Hati dirilis pada 2005. Di mana dalam album ini memiliki single Kejujuran Hati, Cinta Putih dan Lagu Rindu.

Pada 2007, Kerispatih kembali merilis album berjudul Kenyataan Perasaan, dan singel hitnya Mengenangmu, Tapi Bukan Aku, Sepanjang Usia dan Untuk Pertama Kali. Keseluruhan single album tersebut dirilis secara terpisah.

Selain itu, Kerispatih juga mendapat kesempatan untuk menyanyikan lagu ciptaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lagu berjudul Hening itu, direkam dalam album Rinduku Padamu miliki Presiden SBY.

Kembali, Kerispatih meluncurkan album ketiganya dengan tajuk TAK LEKANG OLEH WAKTU pada 21 Mei 2008. Hebatnya, dalam waktu sebentar, 25 ribu kopi telah terjual, akhirnya album ini pun dilakukan kopi ulang.

Album yang menjagokan lagu Bila Rasaku Ini Rasamu dan Demi Cinta ini berisi 11 lagu dengan menghadirkan Syahrini sebagai bintang tamu. Yang istimewa di album ini terdapat satu judul lagu, Kawanku ciptaan Presiden Bambang Susilo Yudhoyono.