Minggu, 31 Januari 2010

Sosrobahu


Sosrobahu

Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang dan ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.
Teknik ini dianggap sangat membantu dalam membuat jalan layang di kota-kota besar yang jelas memiliki kendala yakni terbatasnya ruang kota yang diberikan, terutama saat pengerjaan konstruksi serta kegiatan pembangunan infrastrukturnya tidak boleh mengganggu kegiatan masyarakat kota khususnya arus lalu-lintas dan kendaraan yang tidak mungkin dihentikan hanya karena alasan pembangunan jalan.

latar belakang

Kemacetan lalu lintas pada sebuah jalan 'bebas hambatan'.
Pada tahun 1980-an, Jakarta yang memang sudah mengalami kendala kemacetan lalu lintas, banyak membangun jalan layang sebagai salah satu solusi meningkatkan infrastruktur lalu-lintas. Sebagai kontraktor saat itu, PT. Hutama Karya mendapatkan order membangun jalan raya di atas jalan by pass A. Yani di mana pembangunannya harus memastikan bahwa jalan itu harus tetap berfungsi.
Dengan permasalahan tersebut, para direksi Hutama Karya berdiskusi setelah mendapatkan order membangun jalan layang antara Cawang sampai Tanjung Priok sekitar tahun 1987. Persoalan rumit diurai, yang diperlukan untuk menyangga badan jalan itu adalah deretan tiang beton, satu-sama lain berjarak 30 meter, di atasnya membentang tiang beton selebar 22 meter. Batang vertikalnya (pier shaft) berbentuk segi enam bergaris tengah 4 meter, berdiri di jalur hijau. Hal ini tidak sulit, yang merepotkon adalah mengecor lengannya (pier head). Jika dengan cara konvensional, yang dilakukan adalah memasang besi penyangga (bekesting) di bawah bentangan lengan itu, tetapi bekesting itu akan menyumbat jalan raya di bawahnya. Cara lain adalah dengan bekesting gantung tetapi membutuhkan biaya lebih mahal.
Di tengah masalah itu, Ir. Tjokorda Raka Sukawati mengajukan gagasan dengan membangun tiangnya dulu dan kemudian mengecor lengannya dalam posisi sejajar dengan jalur hijau, setelah itu diputar membentuk bahu. Hanya saja kendalanya adalah bagaimana cara memutarnya karena lengan itu nantinya seberat 480 ton.

Inspirasi dari dongkrak hidrolik mobil

Ketika Tjokorda memperbaiki kendaraannya, hidung mobil Mercedes buatan 1974-nya diangkat dengan dongkrak sehingga dua roda belakang bertumpu di lantai yang licin karena ceceran tumpahan oli secara tidak sengaja. Begitu mobil itu tersentuh, badan mobil berputar dengan sumbu batang dongkrak. Satu hal yang ia catat, dalam ilmu fisika dengan meniadakan gaya geseknya, benda seberat apa pun akan mudah digeser. Kejadian tadi memberikan inspirasi bahwa pompa hidrolik bisa dipakai untuk mengangkat benda berat dan bila bertumpu pada permukaan yang licin, benda tersebut mudah digeser. Bayangan Tjokorda adalah menggeser lengan beton seberat 480 ton itu.
Kemudian Tjokorda membuat percobaan dengan membuat silinder bergaris tengah 20 cm yang dibuat sebagai dongkrak hidrolik dan ditindih beban beton seberat 80 ton. Hasilnya bisa diangkat dan dapat berputar sedikit tetapi tidak bisa turun ketika dilepas. Ternyata dongkrak tersebut miring posisinya. Tjokorda kemudian menyempurnakannya. Posisinya ditentukan persis di titik berat lengan beton di atasnya.
Untuk membuat rancangan yang pas, dasar utama Hukum Pascal yang menyatakan: "Bila zat cair pada ruang tertutup diberikan tekanan, maka tekanan akan diteruskan segala arah". Zat cair yang digunakan adalah minyak oli (minyak pelumas). Bila tekanan P dimasukkan dalam ruang seluas A, maka akan menimbulkan gaya (F) sebesar P dikalikan A. Rumus itu digabungkan dengan beberapa parameter dan memberikan nama Rumus Sukawati, sesuai namanya. Rumus ini orisinil idenya karena sampai saat itu belum ada buku yang membahasnya sebab memang tidak ada kebutuhannya.
Masalah lain yang muncul ada variabelnya yang mempengaruhinya, di antaranya adalah jenis minyak yang digunakan yang tidak boleh rusak kekentalannya (viskositas). Urusan minyak menjadi hal yang krusial karena minyak inilah yang meneruskan tekanan untuk mengangkat beton yang berat itu.
1. Bangun tiang jalan.
2. Lengan beton jalan dibangun di antara dua jalur jalan, sejajar dengan jalanan yang padat di bawahnya.
3. Lengan beton jalan diputar 90 derajat. Jalan layang pun kemudian dibangun di atas lengan ini.
Setelah semua selesai, Tjokorda mengerjakan rancangan finalnya yakni sebuah landasan putar untuk lengan beton yang dinamai Landasan Putar Bebas Hambatan (LBPH). Bentuknya dua piringan (cakram) besi bergaris tengah 80 cm yang saling menangkup. Meski tebalnya 5 cm, piring dari besi cor FCD-50 itu mampu menahan beban 625 ton.
Ke dalam ruang di antara kedua piringan itu dipompakan minyak oli. Sebuah seal (penutup) karet menyekat rongga di antara tepian piring besi itu untuk menjaga minyak tak terdorong keluar, meski dalam tekanan tinggi. Lewat pipa kecil, minyak dalam tangkupan piring itu dihubungkan dengan sebuah pompoa hidrolik. Sistem hidrolik itu mampu mengangkat beban beban ketika diberikan tekanan 78 kg/cm2. Angka ini sebenarnya angka misteri bagi Tjokorda saat itu.

Uji coba langsung di lapangan

Secara teknik penemuan itu belum diuji coba karena waktu yang terbatas, namun ia yakin temuannya itu bisa bekerja. Tjokorda bahkan berani bertanggungjawab bila lengan beton jalan layang itu tidak bisa berputar.
Pada tanggal 27 Juli 1988 pukul 10 malam waktu setempat (Jakarta), pompa hidrolik dioperasikan hingga titik tekan 78 kg/cm2. Lengan pier head itu, meskipun bekesting-nya telah dilepas, mengambang di atas atap pier shaft lalu dengan dorongan ringan sedikit saja, lengan beton raksasa itu berputar 90 derajat.
Ketika pier shaft itu sudah dalam posisi sempurna, secara perlahan minyak dipompa keluar dan lengan beton itumerapat ke tiangnya. Sistem LPBH itu dimatikan sehingga perlu alat berat untuk menggesernya. Namun demikian karena khawatir kontruksi itu bergeser, Tjokorda memancang delapan batang besi berdiameter 3,6 cm untuk memaku pier head ke pier shaft lewat lubang yang telah disiapkan. Kemudian satu demi satu alat LBPH itu diterapkan pada kontruksi beton lengan jembatan layang yang lain.

Penamaan Sosrobahu dan pemberian paten

Pada pemasangan ke-85, awal November 1989, Presiden Soeharto ikut menyaksikannya dan memberi nama teknologi itu Sosrobahu yang diambil dari nama tokoh cerita sisipan Mahabharata. Sejak itu LBPH tersebut dikenal sebagai Teknologi Sosrobahu.
Temuan Tjokorda digunakan insinyur Amerika Serikat dalam membangun jembatan di Seattle. Mereka bahkan patuh pada tekanan minyak 78 kg/cm2 yang menurut Tjokorda adalah misteri ketika menemukan alat LBPH Sosrobahu itu. Tjokorda kemudian membangun laboratorium sendiri dan melakukan penelitian dan hasilnya berupa perhitungan susulan dengan angka teknis tekanan 78,05 kg/cm2, nyaris persis sama dengan angka wangsit yang diperolehnya sebelum itu.
Hak paten yang diterima adalah dari pemerintah Jepang, Malaysia, Filipina. Dari Indonesia, Dirjen Hak Cipta Paten dan Merek mengeluarkan patennya pada tahun 1995 sedangkan Jepang memberinya pada tahun 1992. Saat ini teknologi Sosrobahu sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni ruas Vilamore-Bicutan adalah buah karya teknik ciptaan Tjokorda. Di Filipina teknologi Sosrobahu diterapkan untuk 298 tiang jalan. Sedangkan di Kuala Lumpur sebanyak 135. Saat teknologi Sosrobahu diterapkan di Filipina, Presiden Filipina Fidel Ramos berujar, "Inilah temuan Indonesia, sekaligus buah ciptaan putra ASEAN". Sementara Korea Selatan masih bersikeras ingin membeli hak patennya.
Teknologi Sosrobahu ini dikembangkan menjadi versi ke-2. Bila pada versi pertama memakai angker (jangkar) baja yang disusupkan ke beton, versi keduanya hanya memasang kupingan yang berlubang di tengah. Lebih sederhana dan bahkan hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit dibandingkan dengan yang pertama membutuhkan waktu dua hari. Dalam hitungan eksak, konstruksi Sosrobahu akan bertahan hingga 100 tahun (1 abad).
Menurut Dr. Drajat Hoedajanto pakar struktur dari Institut Teknologi Bandung, Sosrobahu pada dasarnya hanya metode sangat sederhana untuk pelaksanaannya (memutar bahu lengan beton jalan layang). Sistem ini cocok dipakai pada elevated toll road (jalan tol layang dalam kota) yang biasanya mengalami kendala lalu lintas dibawahnya yang pada. Sosrobahu terbukti bermanfaat dalam proses pembangunan jalan layang, sangat aplikatif, teruji baik teknis dan ekonomis

Piringan Emas Voyager


Piringan Emas Voyager


Piringan Emas Voyager

 

Piringan Emas Voyager adalah sebuah rekaman fonograf yang disertakan dalam dua penerbangan pesawat luar angkasa Voyager yang diluncurkan pada tahun 1977. Piringan emas ini berisi suara-suara serta gambar-gambar pilihan yang bertujuan menggambarkan keanekaragaman makhluk hidup dan budaya di Planet Bumi. Piringan dibuat dari tembaga berlapis emas, dan ditujukan kepada bentuk kehidupan luar angkasa yang cerdas atau manusia Bumi di masa depan yang mungkin akan menemukannya. Wahana antariksa Voyagertata surya yang terdekat. "Terdekat" di sini artinya adalah jarak yang setara dengan 1,7 tahun cahaya. Maka dari itu, piringan emas ini akan membutuhkan waktu yang amat sangat lama sekali untuk bisa ditemukan oleh bentuk kehidupan lain, kecuali bila bentuk kehidupan asing itu sendiri yang tidak sengaja berpapasan dengannya di luar angkasa. akan menghabiskan waktu sekitar 40.000 tahun untuk mencapai
Dikarenakan ukuran Voyager yang sangat kecil bila dibandingkan dengan besarnya alam semesta, sangatlah luar biasa bila akhirnya piringan emas tersebut dapat ditemukan secara kebetulan oleh bentuk kehidupan lain. Bila rekaman emas ini akhirnya pernah ditemukan oleh kehidupan asing, tentunya hal ini hanya akan terjadi di masa depan yang amat jauh. Dengan demikian, rekaman emas ini nampaknya hanya merupakan sebuah kapsul waktu atau sebuah pernyataan simbolis, dan bukan sebuah usaha serius untuk mencoba berkomunikasi dengan peradaban asing.

latar belakang

Di tahun 2006, dua wahana antariksa Voyager menjadi benda ketiga dan keempat yang dibuat manusia dan benar-benar berada di luar sistem tata surya. Benda buatan manusia yang keluar dari sistem tata surya mendahului Voyager adalah wahana antariksa Pioneer 10 dan 11 yang diluncurkan pada tahun 1972 dan 1973. Keduanya juga membawa plakat metal kecil yang menunjukkan waktu dan tempat asal wahana antariksa Pioneer.
Di dalam Piringan Emas Voyager, NASA menyimpan pesan-pesan yang lebih lengkap serta dipilih secara selektif sebagai sarana menyampaikan cerita dari dunia kita kepada peradaban asing.
Ini adalah sebuah hadiah dari sebuah dunia yang kecil dan jauh. Sebuah kenang-kenangan berisi suara, ilmu pengetahuan, musik, pemikiran, serta perasaan kami. Kami semua berusaha untuk mempertahankan keberadaan kami, sehingga bisa bersama-sama hidup dengan kalian.


Penjelasan dari piringan emas Voyager, sebagaimana yang disediakan oleh NASA.

Isi

Isi dari piringan emas ini dipilih untuk NASA oleh sebuah tim yang diketuai oleh Carl Sagan dari Universitas Cornell. Dr. Sagan dan timnya mengumpulkan 115 gambar berikut sebuah rekaman suara-suara alam, seperti suara ombak, angin, petir, serta suara-suara binatang, termasuk kicauan burung dan suara dari ikan paus. Selain itu, piringan ini juga diisi dengan musik dari berbagai budaya dan era yang berbeda, serta ucapan salam dalam 55 bahasa. Piringan emas ini juga menyertakan pesan tercetak dari Presiden Jimmy Carter dan Sekretaris Jenderal PBB saat itu, Kurt Waldheim.
Dikarenakan pernah menerima kritikan mengenai gambar telanjang yang terdapat pada plakat PioneerNASA tidak mengizinkan Sagan dan timnya untuk mengikutsertakan sebuah foto yang menggambarkan sepasang pria dan wanita dalam keadaan telanjang, serta foto wanita hamil, ke dalam piringan emas ini. Akhirnya, piringan emas ini hanya menyertakan sebuah foto siluet yang menggambarkan sepasang manusia. (ilustrasi pria dan wanita tanpa busana),
Berikut ini adalah kutipan dari penjelasan resmi Presiden Jimmy Carter yang ditempatkan pada wahana antarika Voyager pada tanggal 16 Juni 1977:
Kami mengirimkan pesan ini kepada seluruh alam semesta... Yang terdiri dari 200 milyar bintang di Galaksi Bima Sakti, beberapa -mungkin banyak- di antaranya, mungkin mempunyai planet yang didiami oleh peradaban yang bisa melakukan perjalanan ke luar angkasa. Bila salah satu diantaranya bisa bertemu dengan Voyager dan mampu mengerti isi dari rekaman ini, inilah pesan dari kami: Kami semua berusaha untuk mempertahankan keberadaan kami, sehingga kami bisa hidup bersama-sama dengan kalian. Kami harap suatu hari nanti, kami bisa menyelesaikan permasalahan yang kami hadapi, untuk ikut bergabung dalam sebuah komunitas Peradaban Galaksi. Piringan emas ini mewakili harapan, kebulatan tekad, serta niatan baik kami dalam alam semesta yang luas dan amat menakjubkan ini.
Sejumlah 115 gambar yang diikutsertakan pada rekaman ini disandikan dalam bentuk analog (bukan digital). Sementara itu sisanya berupa audio, yang dirancang untuk bisa dimainkan pada kecepatan 16 2/3 putaran per menit. Rekaman ini berisi salam-salam yang terucap dalam berbagai bahasa, dimulai dengan Bahasa AkkadiaBahasa Wu, sebuah bahasa minoritas di Cina. dan diakhiri dengan
Berikut ini adalah 55 bahasa yang dimasukkan ke dalam piringan emas ini:
Setelah bagian suara-suara Planet Bumi terdapat bagian berisi musik-musik pilihan dengan total masa putar selama 90 menit. Musik tersebut berasal dari berbagai budaya, termasuk musik klasik dari Timur dan Barat. Berikut ini adalah daftarnya:
Negara Judul Pencipta lagu Artis Direkam atau dikompilasi oleh Genre musik Masa putar
Jerman Brandenburg Concerto No. 2 in F. First Movement Bach Munich Bach Orchestra, konduktor: Karl Richter
Chamber orchestra 4:40
Indonesia "Puspawarna" ("Beragam Bunga")
Gamelan Keraton Pura Paku AlamanK.R.T. Wasitodipuro di bawah pimpinan Robert E. Brown Gamelan 4:43
Senegal Perkusi Senegal

Charles Duvelle Musik perkusi 2:08
Zaire Lagu inisiasi anak perempuan pigmi

Colin Turnbull
0:56
Australia "Morning Star" dan "Devil Bird"

Sandra LeBrun Holmes Lagu bangsa Aborigin 1:26
Meksiko "El Cascabel" Lorenzo Barcelata Antonio Maciel y Las Aguilillas with El Mariachi México de Pepe Villa

3:14
Amerika Serikat "Johnny B. Goode" Chuck Berry Chuck Berry
Rock and roll 2:03
Papua Nugini Lagu rumah laki-laki

Robert MacLennan
1:20
Jepang "Tsuru No Sugomori" 《鶴の巣籠り》 ("Sarang Burung Jenjang")
Goro Yamaguchi
Shakuhachi 4:51
Jerman/Belgia "Gavotte en rondeaux" dari Partita No. 3 in E major untuk biola Bach Arthur Grumiaux
Violin 2:55
Austria/Jerman Die Zauberflöte, Queen of the Night aria No. 14 Der Hölle Rache kocht in meinem Herzen Mozart Edda MoserBavarian State Opera, konduktor: Wolfgang Sawallisch (soprano) dari
Opera 2:55
Georgia S.S.R. "Tchakrulo"

Radio Moscow Paduan suara 2:18
Peru


Casa de la Cultura, Lima Pan flute dan perkusi 0:52
Amerika Serikat "Melancholy Blues"
Louis Armstrong and his Hot Seven
Jazz 3:05
Azerbaijan S.S.R. "Ugam"

Radio Moscow Bagpipe 2:30
Rusia/Perancis/AS Rite of Spring, Sacrificial Dance Stravinsky Columbia Symphony Orchestra, konduktor: Igor Stravinsky

4:35
Jerman/Kanada The Well-Tempered Clavier, Book 2, Prelude and Fugue in C, No.1 Bach Glenn Gould
Piano 4:48
Jerman/Inggris Simfoni No.5, First Movement Beethoven Philharmonia Orchestra, konduktor: Otto Klemperer

7:20
Bulgaria "Излел е Делю хайдутин" ("Izlel je Delyo Hajdutin") traditional Valya Balkanska Ethel Rain and Martin Koenig
4:59
Amerika Serikat Nyanyian malam Suku Indian Navajo
Willard Rhodes
0:57
Britania Raya "The Fairie Round" dari Pavans, Galliards, AlmainsAeirs and Other Short Anthony Holborne David MunrowEarly Music Consort of London and the

1:17
Kepulauan Solomon


Solomon Islands Broadcasting Service Panpipes 1:12
Peru Lagu pernikahan

John Cohen
0:38
Cina "Liu Shui" 《流水》 ("Arus mengalir") Bo Ya Kuan P'ing-hu
Guqin 7:37
India "Jaat Kahan Ho"
Surshri Kesar Bai Kerkar
RagaBhairavi 3:30
Amerika Serikat "Dark Was the Night, Cold Was the Ground" Blind Willie Johnson Blind Willie Johnson
Blues 3:15
Jerman/Hongaria String Quartet No. 13 in B flat, Opus 130 Beethoven Budapest String Quartet
Cavatina 6:37
Sebagian besar gambar yang dimasukkan ke dalam piringan emas (reproduksi hitam putih), beserta informasinya bisa ditemukan dalam buku terbitan tahun 1978, Murmurs of Earth: The Voyager Interstellar Record (Bisikan dari Bumi: Rekaman antar-Galaksi dari Voyager) yang disusun oleh Carl Sagan, F.D. Drake, Ann Druyan, Timothy Ferris, Jon Lomberg, dan Linda Salzman. Versi CD-ROM dari rekaman ini diterbitkan oleh Warner New Media pada tahun 1992. Kedua versi tersebut sudah tidak diterbitkan lagi, tetapi buku edisi 1978 masih bisa ditemukan di sejumlah perpustakaan umum dan universitas.
Pada bulan Juli 1983, BBC Radio 4 menyiarkan program dokumenter berdurasi 45 menit, Music from a Small Planet (Musik dari sebuah Planet Kecil). Pada siaran ini, Carl Sagan dan Ann Druyan menjelaskan tentang proses pemilihan musik.
Sagan sebenarnya meminta izin untuk memasukkan lagu "Here Comes the Sun" dari album Abbey Road the Beatles. Saat itu the Beatles menyetujuinya, tetapi EMI tidak menyetujuinya dan akhirnya lagu ini tidak diikutsertakan.

Kandungan Uranium-238

Penutup dari piringan emas ini disepuh dengan sampel isotop uranium-238 yang sangat murni. Uranium-238 mempunyai waktu paruh hingga 4,51 milyar tahun. Hal ini memungkinkan peradaban asing yang menemukan piringan emas ini untuk memeriksa unsur uranium yang tersisa untuk menentukan usia dari piringan emas.

Pemunculan dalam fiksi

Film Starman menggambarkan Piringan Emas Voyager telah ditemukan oleh peradaban asing yang kemudian mengirimkan rasnya sendiri untuk menyelidiki bentuk kehidupan cerdas di Bumi. Dalam film ini lagu "Johnny B. Goode" diganti menjadi lagu The Rolling Stones, "(I Can't Get No) Satisfaction".
Voyager dan piringan emasnya muncul dalam serial televisi "Futurama" pada episode "Parasites Lost". Leela mengambil Voyager yang tersangkut di kaca depan pesawatnya ketika ia berhenti di "tempat perhentian truk" galaksi.
Dalam serial Transformers Beast Wars, Golden Disk (cakram emas) yang dicuri oleh Predacons sebenarnya adalah Piringan Emas Voyager. Cakram ini diberikan oleh ras Transformer karena memberikan informasi mengenai lokasi Planet Bumi yang memiliki sumber Energon berlimpah. Cakram ini juga berisi sebuah pesan rahasia dari Megatron yang asli. Rekaman ini kemudian dihancurkan oleh Dinobot guna mencegah PredaconRavage (Decepticon yang berubah menjadi Predacon) akhirnya berniat untuk bergabung dengan pihak Megatron setelah menyaksikan pesan yang ditinggalkan oleh mantan pemimpinnya. Megatron untuk memiliki kemampuan mengubah masa depan. Namun, Megatron memperoleh kembali sebagian dari cakram itu.
Dalam acara Saturday Night Live, Steve Martin mengumumkan bahwa pesan pertama dari peradaban asing telah diterima. Setelah diuraikan, pesan itu ternyata berbunyi, "Kirimkan lebih banyak Chuck Berry."
Bagian dari penutup piringan emas ini muncul dalam film layar lebar Star Trek sebagai bagian dari V'ger.
Dalam salah satu episode X-Files berjudul "Little Green Men", lagu Brandenburg Concerto No. 2 bisa terdengar saat para pemain membicarakan mengenai Piringan Emas Voyager.
Dalam salah satu episode The West Wing, "The Warfare of Genghis Khan", Josh Lyman menyebutkan tentang Piringan Emas Voyager (walaupun tidak menyebutkannya secara langsung) sewaktu menyinggung soal Blind Willie Johnson.
Dalam salah satu episode Pinky and the Brain, Brain mengubah rancangan dari Piringan Emas Voyager. Maksudnya untuk menunjukkan bahwa dia (dengan gambaran tubuh Pinky dan kepala Brain) adalah pemimpin Planet Bumi. Ketika makhluk asing menemukan piringan emas itu, mereka menangkap Pinky dan Brain sebagai binatang peliharaan, karena mengira bahwa mereka adalah memang pemimpin Bumi.
Seorang penulis Kanada, Darren Weshler-Henry dalam sebuah sajaknya yang berjudul, the tapeworm foundry Andor the dangerous prevalence of imagination, menaruh semacam olok-olok sebagai berikut: "merancang sebuah wahana antariksa yang lebih cepat dari cahaya, dan mendahului Voyager II hanya untuk menggantikan lagu Bach, Brandenburg Concerto No. 2, dengan lagu "The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars".
Dalam buku fiksi ilmiah Battlefield Earth disebutkan tentang ras Psyclo yang datang ke Bumi setelah menemukan Piringan Emas Voyager. Mereka kemudian menghancurkan Bumi.
Dalam video klip The Strokes, "You Only Live Once" dari sutradara Warren Fu, sebuah wahana antariksa digambarkan meninggalkan Bumi untuk menuju ke Sirius. Muatannya adalah sebuah piringan emas berisi lagu The Strokes dengan gambar dari ucapan salam dalam berbagai bahasa manusia, evolusi manusia, biologiDNA, dan reproduksi manusia. Di akhir film, sebuah teks bertuliskan "1977 A.D." mendahului judul akhir. Teks ini adalah representasi dari peluncuran Voyager (Agustus 1977) serta keterlibatan Warren Fu dalam serial fiksi ilmiah lain, Star Wars yang mulai diputar bulan Mei 1977. manusia, struktur
Dalam sebuah episode Space:1999 yang berjudul "Voyager's Return" (Kepulangan Voyager) diceritakan tentang Voyager yang meluncur dengan cepat ke arah Bulan. Sewaktu mencoba mengambil informasi dari pesawat tersebut, sebuah ras makhluk asing melacak wahana tersebut hingga ke pembuatnya.

Ketersediaan versi CD-ROM dari Piringan Emas Voyager

Sebuah CD-ROM diterbitkan pada tahun 1992 oleh Warner New Media sebagai pelengkap buku Murmurs of the Earth (Random House, 1978). CD-ROM tersebut merupakan dokumentasi yang mendaftar semua isi Piringan Emas Voyager. Proyek ini terlaksana berkat kerja keras Carl Sagan dalam memperoleh izin hak cipta untuk sejumlah besar musik dan foto yang dimasukkan ke dalam Piringan Emas Voyager agar Warner New Media bisa menerbitkannya. Sayangnya buku dan CD-ROM tersebut sudah tidak diterbitkan lagi, tetapi salinannya masih bisa ditemukan di beberapa perpustakaan. Informasi lebih lanjut mengenai hal ini bisa ditemukan di http://voyager.jpl.nasa.gov/faq.html

Selasa, 08 Desember 2009

riwyt cnt

cnt adlh riwyt yg tiada dikthui akirx.
cnt sllu d di jw.
kw yag sllu q pja.
kni hilng dimlk org.

hruskh q mti.
pengorbnn yg tiada tara tlh sia.
q hx bs berthn dlm kegundhan.
n mexyng u wlau kw tk pernh tw.




selamat tinggal ms lalu

Kututup hatiku untuk namamu
Walau tangismu untukku
Biarku sendiri tanpamu lagi
Walaupun sepi kurasakan tanpa kau disini

Kuingin kau jauh dari mataku
Agar tiada rasa benci
Kau pergi dariku tak usah kembali
Mungkin aku telah berdua untuk selamanya

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Dengarlah dengarlah kau yang disana
Ku kan melupakan tentangmu
Lihatlah lihatlah aku disini
Kini aku telah berdua untuk selamanya

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Rabu, 02 Desember 2009

kerispatih


Kerispatih

Kerispatih
Laki-Laki
Jakarta, 2005


Biografi :

Kerispatih adalah sebuah grup musik Indonesia bentukan tahun 2005. Personel mereka terdiri dari Badai, Anton, Sammy, Arief dan Andika.

Album pertama Kerispatih bertajuk Kejujuran Hati dirilis pada 2005. Di mana dalam album ini memiliki single Kejujuran Hati, Cinta Putih dan Lagu Rindu.

Pada 2007, Kerispatih kembali merilis album berjudul Kenyataan Perasaan, dan singel hitnya Mengenangmu, Tapi Bukan Aku, Sepanjang Usia dan Untuk Pertama Kali. Keseluruhan single album tersebut dirilis secara terpisah.

Selain itu, Kerispatih juga mendapat kesempatan untuk menyanyikan lagu ciptaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lagu berjudul Hening itu, direkam dalam album Rinduku Padamu miliki Presiden SBY.

Kembali, Kerispatih meluncurkan album ketiganya dengan tajuk TAK LEKANG OLEH WAKTU pada 21 Mei 2008. Hebatnya, dalam waktu sebentar, 25 ribu kopi telah terjual, akhirnya album ini pun dilakukan kopi ulang.

Album yang menjagokan lagu Bila Rasaku Ini Rasamu dan Demi Cinta ini berisi 11 lagu dengan menghadirkan Syahrini sebagai bintang tamu. Yang istimewa di album ini terdapat satu judul lagu, Kawanku ciptaan Presiden Bambang Susilo Yudhoyono.

Jumat, 20 November 2009

Konflik Israel dan Palestina

Konflik Israel dan Palestina



Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza berada di pusat konflik Israel-Palestina.
Konflik Israel-Palestina, bagian dari konflik Arab-Israel yang lebih luas, adalah konflik yang berlanjut antara bangsa Israel dan bangsa Palestina.
Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.


Sejak Persetujuan Oslo, Pemerintah Israel dan Otoritas Nasional Palestina secara resmi telah bertekad untuk akhirnya tiba pada solusi dua negara. Masalah-masalah utama yang tidak terpecahkan di antara kedua pemerintah ini adalah:
Masalah pengungsi muncul sebagai akibat dari perang Arab-Israel 1948. Masalah Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur muncul sebagai akibat dari Perang Enam Hari pada 1967.
Selama ini telah terjadi konflik yang penuh kekerasan, dengan berbagai tingkat intensitasnya dan konflik gagasan, tujuan, dan prinsip-prinsip yang berada di balik semuanya. Pada kedua belah pihak, pada berbagai kesempatan, telah muncul kelompok-kelompok yang berbeda pendapat dalam berbagai tingkatannya tentang penganjuran atau penggunaan taktik-taktik kekerasan, anti kekerasan yang aktif, dll. Ada pula orang-orang yang bersimpati dengan tujuan-tujuan dari pihak yang satu atau yang lainnya, walaupun itu tidak berarti mereka merangkul taktik-taktik yang telah digunakan demi tujuan-tujuan itu. Lebih jauh, ada pula orang-orang yang merangkul sekurang-kurangnya sebagian dari tujuan-tujuan dari kedua belah pihak. Dan menyebutkan "kedua belah" pihak itu sendiri adalah suatu penyederhanaan: Al-Fatah dan Hamas saling berbeda pendapat tentang tujuan-tujuan bagi bangsa Palestina. Hal yang sama dapat digunakan tentang berbagai partai politik Israel, meskipun misalnya pembicaraannya dibatasi pada partai-partai Yahudi Israel.
Mengingat pembatasan-pembatasan di atas, setiap gambaran ringkas mengenai sifat konflik ini pasti akan sangat sepihak. Itu berarti, mereka yang menganjurkan perlawanan Palestina dengan kekerasan biasanya membenarkannya sebagai perlawanan yang sah terhadap pendudukan militer oleh bangsa Israel yang tidak sah atas Palestina, yang didukung oleh bantuan militer dan diplomatik oleh A.S. Banyak yang cenderung memandang perlawanan bersenjata Palestina di lingkungan Tepi Barat dan Jalur Gaza sebagai hak yang diberikan oleh persetujuan Jenewa dan Piagam PBB. Sebagian memperluas pandangan ini untuk membenarkan serangan-serangan, yang seringkali dilakukan terhadap warga sipil, di wilayah Israel itu sendiri.

PLO
Al-Fatah
Hamas
JIP
Plo emblem.png
Fateh-logo.jpg
HamasLogo.jpg
PIJ emblem.png
Lambang-lambang dari organisasi-organisasi utama Palestina termasuk peta wilayah Israel sekarang, Tepi Barat dan Jalur Gaza. (Sejumlah besar penduduk Palestina maupun Israel sama-sama mengklaim hak atas seluruh wilayah ini).
Demikian pula, mereka yang bersimpati dengan aksi militer Israel dan langkah-langkah Israel lainnya dalam menghadapi bangsa Palestina cenderung memandang tindakan-tindakan ini sebagai pembelaan diri yang sah oleh bangsa Israsel dalam melawan kampanye terorisme yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Palestina seperti Hamas, Jihad Islami, Al Fatah dan lain-lainnya, dan didukung oleh negara-negara lain di wilayah itu dan oleh kebanyakan bangsa Palestina, sekurang-kurangnya oleh warga Palestina yang bukan merupakan warga negara Israel. Banyak yang cenderung percaya bahwa Israel perlu menguasai sebagian atau seluruh wilayah ini demi keamanannya sendiri. Pandangan-pandangan yang sangat berbeda mengenai keabsahan dari tindakan-tindakan dari masing-masing pihak di dalam konflik ini telah menjadi penghalang utama bagi pemecahannya.


Sebuah poster gerakan perdamaian: Bendera Israel dan bendera Palestina dan kata-kata Salaam dalam bahasa Arab dan Shalom dalam bahasa Ibrani. Gambar-gambar serupa telah digunakan oleh sejumlah kelompok yang menganjurkan solusi dua negara dalam konflik ini.
Sebuah usul perdamaian saat ini adalah Peta menuju perdamaian yang diajukan oleh Empat Serangkai Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat pada 17 September 2002. Israel juga telah menerima peta itu namun dengan 14 "reservasi". Pada saat ini Israel sedang menerapkan sebuah rencana pemisahan diri yang kontroversial yang diajukan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon. Menurut rencana yang diajukan kepada AS, Israel menyatakan bahwa ia akan menyingkirkan seluruh "kehadiran sipil dan militer... yang permanen" di Jalur Gaza (yaitu 21 pemukiman Yahudi di sana, dan 4 pemumikan di Tepi Barat), namun akan "mengawasi dan mengawal kantong-kantong eksternal di darat, akan mempertahankan kontrol eksklusif di wilayah udara Gaza, dan akan terus melakukan kegiatan militer di wilayah laut dari Jalur Gaza." Pemerintah Israel berpendapat bahwa "akibatnya, tidak akan ada dasar untuk mengklaim bahwa Jalur Gaza adalah wilayah pendudukan," sementara yang lainnya berpendapat bahwa, apabila pemisahan diri itu terjadi, akibat satu-satunya ialah bahwa Israel "akan diizinkan untuk menyelesaikan tembok [artinya, Penghalang Tepi Barat Israel] dan mempertahankan situasi di Tepi Barat seperti adanya sekarang ini" [1] [2].
Dengan rencana pemisahan diri sepihak, pemerintah Israel menyatakan bahwa rencananya adalah mengizinkan bangsa Palestina untuk membangun sebuah tanah air dengan campur tangan Israel yang minimal, sementara menarik Israel dari situasi yang diyakininya terlalu mahal dan secara strategis tidak layak dipertahankan dalam jangka panjang. Banyak orang Israel, termasuk sejumlah besar anggota partai Likud -- hingga beberapa minggu sebelum 2005 berakhir merupakan partai Sharon -- kuatir bahwa kurangnya kehadiran militer di Jalur Gaza akan mengakibatkan meningkatnya kegiatan penembakan roket ke kota-kota Israel di sekitar Gaza. Secara khusus muncul keprihatinan terhadap kelompok-kelompok militan Palestina seperti Hamas, Jihad Islami atau Front Rakyat Pembebasan Palestina akan muncul dari kevakuman kekuasaan apabila Israel memisahkan diri dari Gaza.

Sejarah

Hingga 1949

2 November 1917. Inggris mencanangkan Deklarasi Balfour, yang dipandang pihak Yahudi dan Arab sebagai janji untuk mendirikan ”tanah air” bagi kaum Yahudi di Palestina.
Revolusi Arab dipimpin Amin Al-Husseini. Tak kurang dari 5.000 warga Arab terbunuh. Sebagian besar oleh Inggris. Ratusan orang Yahudi juga tewas. Husseini terbang ke Irak, kemudian ke wilayah Jerman, yang ketika itu dalam pemerintahan Nazi.
Secara sepihak Israel mengumumkan diri sebagai negara Yahudi. Inggris hengkang dari Palestina. Mesir, Suriah, Irak, Libanon, Yordania, dan Arab Saudi menabuh genderang perang melawan Israel.
3 April 1949. Israel dan Arab bersepakat melakukan gencatan senjata. Israel mendapat kelebihan wilayah 50 persen lebih banyak dari yang diputuskan dalam Rencana Pemisahan PBB.

1949-1967

1967-1993

13 September 1993. Israel dan PLO bersepakat untuk saling mengakui kedaulatan masing-masing. Pada Agustus 1993, Arafat duduk semeja dengan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin. Hasilnya adalah Kesepakatan Oslo. Rabin bersedia menarik pasukannya dari Tepi Barat dan Jalur Gaza serta memberi Arafat kesempatan menjalankan sebuah lembaga semiotonom yang bisa "memerintah" di kedua wilayah itu. Arafat "mengakui hak Negara Israel untuk eksis secara aman dan damai".
28 September 1995. Implementasi Perjanjian Oslo. Otoritas Palestina segera berdiri.

1993-sekarang

September 1996. Kerusuhan terowongan Al-Aqsa. Israel sengaja membuka terowongan menuju Masjidil Aqsa untuk memikat para turis, yang justru membahayakan fondasi masjid bersejarah itu. Pertempuran berlangsung beberapa hari dan menelan korban jiwa.
  • 18 Januari 1997 Israel bersedia menarik pasukannya dari Hebron, Tepi Barat.
  • Perjanjian Wye River Oktober 1998 berisi penarikan Israel dan dilepaskannya tahanan politik dan kesediaan Palestina untuk menerapkan butir-butir perjanjian Oslo, termasuk soal penjualan senjata ilegal.
  • 19 Mei 1999, Pemimpin partai Buruh Ehud Barak terpilih sebagai perdana menteri. Ia berjanji mempercepat proses perdamaian.
  • Intifada al-Aqsa
Maret 2000, Kunjungan pemimpin oposisi Israel Ariel Sharon ke Masjidil Aqsa memicu kerusuhan. Masjidil Aqsa dianggap sebagai salah satu tempat suci umat Islam. Intifadah gelombang kedua pun dimulai.
  • KTT Camp David 2000 antara Palestina dan Israel
  • Maret-April 2002 Israel membangun Tembok Pertahanan di Tepi Barat dan diiringi rangkaian serangan bunuh diri Palestina.
  • Juli 2004 Mahkamah Internasional menetapkan pembangunan batas pertahanan menyalahi hukum internasional dan Israel harus merobohkannya.
  • 9 Januari 2005 Mahmud Abbas, dari Fatah, terpilih sebagai Presiden Otoritas Palestina. Ia menggantikan Yasser Arafat yang wafat pada 11 November 2004
  • Peta menuju perdamaian
  • Juni 2005 Mahmud Abbas dan Ariel Sharon bertemu di Yerusalem. Abbas mengulur jadwal pemilu karena khawatir Hamas akan menang.
  • Agustus 2005 Israel hengkang dari permukiman Gaza dan empat wilayah permukiman di Tepi Barat.
  • Januari 2006 Hamas memenangkan kursi Dewan Legislatif, menyudahi dominasi Fatah selama 40 tahun.
  • Januari-Juli 2008 Ketegangan meningkat di Gaza. Israel memutus suplai listrik dan gas. Dunia menuding Hamas tak berhasil mengendalikan tindak kekerasan. PM Palestina Ismail Haniyeh berkeras pihaknya tak akan tunduk.
  • November 2008 Hamas batal ikut serta dalam pertemuan unifikasi Palestina yang diadakan di Kairo, Mesir. Serangan roket kecil berjatuhan di wilayah Israel.
  • Serangan Israel ke Gaza dimulai 26 Desember 2008. Israel melancarkan Operasi Oferet Yetsuka, yang dilanjutkan dengan serangan udara ke pusat-pusat operasi Hamas. Korban dari warga sipil berjatuhan. [1]

Organisasi dan angkatan bersenjata

Tokoh

Israel
Palestina
Lainnya

Konflik-konflik terkait